Usung Adat Mandailing, Kahiyang Pakai Mahkota Tujuh Tingkat. Ternyata Ini Makna di Baliknya

Seperti yang kita semua tahu, beberapa waktu lalu orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo baru saja menikahkan putrinya yang bernama Kahiyang Ayu dengan pria asal Medan, Bobby Nasution. Akad nikah sekaligus acara resepsi dari keluarga mempelai wanita berlangsung di kota Solo, Jawa Tengah pada tanggal 8 November kemarin dengan dihadiri keluarga, sahabat, hingga para pejabat. Acara berlangsung meriah dengan mengusung adat tradisional Jawa.

Rangkaian pernikahan Kahiyang-Bobby tak cukup sampai di situ. Di tanah kelahiran Bobby juga diadakan sederet acara adat Batak selama seminggu penuh. Prosesi ini sudah berlangsung sejak 19 November dan akan ditutup pada 26 November besok. Nah, Selasa (21/11) kemarin, Kahiyang-Bobby baru saja menggelar acara adat Batak Mandailing dimana acara utamanya adalah proses pemberian marga ‘Siregar’ kepada Kahiyang. Dengan dibalut kebaya baby pink, Kahiyang tampak memesona. Tapi ada satu yang tampaknya mencuri perhatian warganet, yaitu mahkota kuning tujuh tingkat yang bertengger di kepala Kahiyang. Apa sih maknanya?

Sekilas tentang prosesi pernikahan adat Batak Mandailing. Acaranya nggak cukup dilakukan sehari-dua hari

Kahiyang-Bobby saat acara pemberian marga via regional.kompas.com

Para calon pengantin yang akan mengusung adat Batak Mandailing dalam pernikahannya harus bersiap menggelar acara berhari-hari lamanya. Hal ini karena mereka harus melalui prosesi adat yang bisa dibilang panjang. Seperti Kahiyang-Bobby kemarin, yang mana proses adatnya berlangsung selama 1 minggu. Adapun rangkaian prosesinya seperti mangalo-alo boru dan manyantan borumangalehan marga, pulungan ni horja, dan lain-lain. Setiap prosesi punya makna sendiri-sendiri berdasarkan kepercayaan suku Batak. Rangkaian adat ini ditutup dengan resepsi yang akan diadakan tanggal 26 November mendatang.

Saat prosesi mangalehan marga, Kahiyang tampil menawan dengan mahkota setinggi 7 tingkat. Mahkota ini dinamakan bulang

Kahiyang tampil menawan di prosesi haroan boru atau menyambut menantu via www.tabloidbintang.com

Bulang adalah mahkota berbentuk tanduk bertingkat dan berlapis emas yang biasa dipakai pengantin etnis Mandailing dari Sumatera Barat. Bulang terdiri dari beberapa tingkat, ada yang sampai 7. Tingkatan ini kalau zaman dulu menandakan jumlah atau jenis hewan yang akan disembelih saat upacara adat. Dahulu, berat bulang bisa sampai 8 kg karena terbuat dari emas asli. Makanya, bulang ini melambangkan tugas atau tanggung jawab besar yang akan diemban seorang istri di kehidupan mendatang. Tapi seiring perkembangan zaman, bulang modern katanya sih lebih ringan karena sudah banyak dimodifikasi.

Kalau mempelai wanita pakai bulang, mempelai pria punya ampu, topi khas pengantin lelaki dari etnis Mandailing

Ampu, topi yang dikenakan pengantin pria pada adat Mandailing via www.mindalubis.com

Kamu pasti sering melihat topi hitam terbuat dari beludru dan ornamen emas yang dipakai pria saat mengenakan baju adat suku Batak. Topi yang dipakai Bobby kemarin bernama ampu. Bukan hanya bentuknya yang unik, warna hitam pada ampu punya arti tersendiri lho. Hitam erat kaitannya dengan fungsi magis. Sedangkan ornamen keemasan pada ampu melambangkan kebesaran dan keagungan orang yang memakainya.

Baik bulang maupun ampu merupakan lambang mahkota raja dan permaisuri Mandailing dan Tapanuli Selatan yang sudah dikenal sejak zaman dahulu. Keberadaannya terus dilestarikan salah satunya lewat gelaran prosesi pernikahan adat Mandailing seperti yang Kahiyang-Bobby lakukan. Gimana menurutmu? Cantik ya?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Dipersembahkan oleh : Warbiyasak.com

Yuk SHARE ke teman-temanmu …..

Klik tombol SHARE di bawah ya…

Add Comment