Siluman Harimau Putih Penunggu Pohon Keramat di Persawahan

CeritaGaib.com – Sosok harimau dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu hewan terbuas yang pernah ada. Kendati demikian tak jarang terdapat sebuah cerita mistis yang dikaitkan dengan sosok yang menyerupai harimau, sama halnya kisah siluman harimau putih penunggu pohon keramat di persawahan yang akan kita ceritakan di bawah ini.

Kemunculan siluman harimau yang akrab disebut-sebut sebagai penunggu gaib pohon kepuh (kelumpang) yang tumbuh di tengah persawahan. Sekilas tentang pohon kepuh ini memang sudah lama dianggap sebagai pohon keramat dimana diyakini terdapat jin serta makhluk gaib yang mendiami tanaman tersebut.

Biasanya pohon kepuh tumbuh di hutan belantara di wilayah Jawa dan Bali, namun demikian di beberapa wilayah pohon ini menjadi pohon khas di samping area kuburan. Anehnya pohon kepuh atau kelumpang yang tumbuh di wilayah dusun dadapan ini berada di tengah persawahan. Dimana batang besar dan menjulang seolah mengatakan jika pohon ini telah lama tumbuh dan tak ada orang yang berani menebangnya sekalipun keberadaannya dirasa mengganggu tanaman diseketarnya.

Penampakan Siluman Harimau

siluman-harimau-putih-penunggu-pohon-keramat

Menurut penuturan mereka yang melihat penampakan siluman Harimau penunggu pohon keramat ini bukan suatu kebetulan. Mayoritas masyarakat dadapan sendiri yang mengaku pernah melihat sosok harimau besar dengan suara yang garang tersebut merupakan beberapa petani pemilik petak sawah di kanan-kiri pohon tersebut.

Kejadian pertam dialami oleh Ngalimin (54 th) pemilik sawah yang tepat berada di sebelah barat pohon kepuh. Disuatu malam Dia tengah pergi ke sawah untuk mengairi agar tanaman padi miliknya tumbuh dengan subur. Maklum saja sebagai wilayah dengan intensitas hujan sangat rendah para petani berebut untuk mengairi sawah melalui parit yang ada di ujung persawahan.

Sekitar pukul 23.00 waktu setempat Ngalimin bergegas menuju sawah miliknya dengan berbekal cangkul dan lampu senter ala kadarnya. Dia beranggapan jika waktu-waktu tersebut petani lain sudah sangat jarang yang berada di sawah untuk mengairi tanaman mereka sehingga tidak terlalu berebut ketika menambah parit untuk dialirkan airnya ke sawah.

Benar saja malam selasa kliwon kala itu terasa sangat sepi bahkan tak ada satu petani lain pun yang berada di sawah untuk pekerjaan yang serupa. Dengan segera Ngalimin menambah parit dan mengalirkan airnya ke dalam tanaman miliknya. Sambil menunggu air di sawahnya penuh ngalimin sempat membuat api unggun kecil sebagai penghangat badan sekaligus memeberikan tanda jika ada seseorang tengah berada ditempat itu. “Ya kali aja ada petani lain yang melihat dan menghampiri, kan lumayan buat teman ngobrol” gumam Ngalimin dalam hati.

Sudah sekitar 45 menit Ngalimin menunggu aliran air parit yang menuju sawahnya sambil duduk di samping kobaran api kecil namun tak ada satupun petani lain yang lewat ataupun menghampirinya. Tak lama kemudian terdengan suara seperti burung puyuh merengek kruk…kruk…krukk…. yang membuat Ngalimin penasaran. Dengan senter yang ia bawah dari rumah Ngalimin kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mencari-cari sumber dari suara tersebut.

Dari ujung sawah miliknya hingga ujung satunya Ngalimin tak juga melihat burung puyuh yang kedengarannya semakin kenceng tersebut. Hingga ia tersadarkan jika Dia telah berada tepat di bawah pohon keramat yang tak lain adalah pohon kepuh. Dia baru sadar jika di samping pohon tersebut terdapat bekas kemenyan terbakar serta sesaji bunga-bungaan yang masih segar yang menandakan belum lama sesaji tersebut diletakkan di tempat itu.

Angin sawah yang berhembus hingga menusuk pori-pori semakin terasa dingin tat kala Ngalimin melihat sosok yang bergerak di tengah rimbunnya tanaman padi. Masih dengan senter di tangannya Ngalimin mencoba menerangi dan mencari tahu apa gerangan yang membuat tanaman padi bergerak tak wajar.

Sosok siluman harimau putih dengan tubuh sebesar kambing dewasa terlihat tengah berjalan di tengah tanaman padi. Meskipun gugup dan setengah sadar Ngalimin mencoba mengikuti gerak dari sosok tersebut sekaligus ingin membuktikan apakah benar selama ini ada sosok siluman harimau penunggu pohon kepun yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. (Simak juga Kisah Hantu Ditampar Genderuwo Sampai Perot).

Ternyata suara yang tadinya dikira ngalimin suara burung puyuh bersumber dari sosok harimau yang dia yakini merupakan jelmaan dari jin penunggu pohon keramat yang kerap dijadikan tempat pemujaan oleh orang-orang kurang iman. Sekitar lima menit mengikuti gerak harimau tersebut akhirnya Ngalimin melihat dengan mata kepalanya sendiri jika siluman tersebut mengendus sesaji dan kemudian menghilang seolah masuk ke dalam batang pohon kepuh yang besarnya lebih dari 5 dekapan orang dewasa tersebut.

Menyadari dirinya telah melihat makhluk gaib alias makhluk astral Ngalimin kemudian bergegas untuk meninggalkan sawahnya tanpa mempedulikan aliran air parit yang masih mengalir ke sawahnya.

Semenjak saat itu Ngalimin tak lagi berani pergi ke sawah telalu malam mengingat semakin seringnya petani lain yang mengalami kejadian serupa di tempat itu. Demikian kisah cerita siluman harimau putih penunggu pohon keramat di persawahan yang diceritakan oleh Ngalimin, semoga dapat menghibur kita semua.

Dipersembahkan oleh : Warbiyasak.com

Yuk SHARE ke teman-temanmu …..

Klik tombol SHARE di bawah ya…

Add Comment