Sejarah kelam di balik penyematan gelar haji di Indonesia

Setiap tahun, jutaan umat IslamTahun 2050, Islam menjadi agama terbesar di dunia dari seluruh dunia menjalankan Rukun IslamInjil Berusia 1.500 Tahun Membenarkan Kerasulan Muhammad dan Yesus Tidak Pernah Disalib yang terakhir di Tanah Suci. Mereka semua menjalankan ibadahKisah wanita ta’at beribadah namun tak bisa masuk surga karena ‘menyepelekan’ hal ini hajiSaat Jemaah Lagi Terkena Musibah, Jemaah ini Malah Foto di Reruntuhan Crane untuk menyempurnakan Islamnya dan kembali ke Tanah AirTernyata merebus kembali air yang sudah matang bisa jadi racun dalam keadaan yang lebih baik baik dari segi keislaman maupun segala tindak tanduk-tanduknya.

Ngomong-ngomong masalahRumus Pembuktian Bahwa ‘Pacaran = Masalah’ ibadah haji, pernahkah Anda bertanya kenapa harus ada gelar di depan namaNama Pria ini ‘Selamet Dunia Akhirat’ Bikin Heboh Dunia Maya seorang yang habis pulang haji. Jika tidak menggunakan gelar itu, apakah hajinya jadi tidak sempurna? Lantas, dari mana datangnya gelar haji yang selalu identik dengan “kebesaran” itu datang? Yuk, kita simak penjelasannya di bawah ini.

Perihal Pemberian Gelar Haji di Indonesia dan Malaysia

Satu hal yang harus kita tahuMenteri Rachmat Gobel sebut Tahu dan Pakaian Bekas tidak Halal, gelar haji di depan nama hanya ada di IndonesiaInilah 50 Fakta Mengejutkan Indonesia ‘Dijual’, Benarkah? dan juga MalaysiaGara-gara fotonya diedit jadi seksi, hijaber cantik Malaysia ini dihujat. Di belahan bumiInilah Wajah Bumi yang Sebenarnya bila Dilihat dari Luar Angkasa mana pun seperti negara kawasan Timur Tengah seperti MesirFilm Exodus Dilarang di Mesir karena Merusak Sejarah, IranTerimakasih Indosiar, Kau bantu buka gali bangkai ini (kesesatan Syi’ah), Qatar, bahkan ArabAstagfirullah, Wanita ini Bilang ‘Yang Masih Berkiblat ke Arab MURTAD’ Saudi sekali pun tidak memberikan gelar “haji” di depan nama orang yang menuntaskan Rukun Islam ke-5Penelitian di Amerika, Tahun 2100 Mayoritas Penduduk Bumi Peluk Islam itu.

Tradisi pemberian gelar nama juga tidak ada pada zaman RasulullahPolisi Israel Lecehkan Nabi Muhammad disekitar Masjid Al-Aqsa. Di kala itu, beliau dan para sahabat-sahabatnya tidak menyematkan gelar kehajiannya di depan nama. Bagi mereka, melakukan haji adalah sebuah kewajiban (bagi yang mampu), sehingga tidak perlu ada gelar-gelaran seperti yang terjadi di Indonesia dan Malaysia.

Gelar Haji Adalah Konspirasi Belanda

Banyak dari kita tidak tahu bahwa gelar haji adalah konspirasi orang-orang Belanda di masa penjajahan. Gelar ini pertama kali disematkan pada tahun 1900-an. Hal ini dilakukan Belanda karena orang Islam di masa itu sangatlah berbahaya. Mereka takut jika para petinggi yang memiliki gelar haji ini bisa mengumpulkan massa lalu menyerang Belanda secara diam-diam.

Di masa itu, orang yang sudah memiliki gelar haji adalah Hasyim Asyari yang akhirnya mendirikan Nahdlatul UlamaFatwa MUI dan Sikap Ulama Terhadap Natal, lalu HOS Cokroaminoto yang akhirnya mendirikan Sarekat Islam, dan masih banyak lagi para tokoh yang sudah berangkat haji dan pulang menjadi seorang pejuangMental pejuang tak lekang oleh usia. Mereka menyebarkan Islam juga memberantas para penjajah seperti Belanda.

Pendataan Para Haji untuk Kewaspadaan

pendataan haji

pendataan haji

Seperti yang telah dicuplik di atas, gelar haji diberikan oleh Belanda kepada para tokoh yang dianggap berbahaya. Pemberian gelar ini akan membuat para tokoh terdata dengan jelas. Siapa saja dengan gelar haji bisa diamati dengan baik setiap harinya sehingga Belanda tidak akan pernah mengalami apa yang namanya kecolongan dalam hal pertarungan.

Sebelum pemberian gelar ini dilakukan, Belanda sudah beberapa kali mendapatkan serangan dari tokoh Islam yang cukup membuat mereka kerepotan. Mereka sebenarnya sudah berangkat haji, namun tidak memiliki gelar itu di depan namanya. Hal ini membuat Belanda kerap kebingungan sehingga mereka banyak mengalami kematianCatat! Memeluk kucing bisa membahayakan nyawa manusia pada pasukan dan stok senjatanya menipis. Oh ya, tokoh Islam yang juga pernah berhaji namun tidak bergelar haji adalah Pangeran Diponegoro yang sangat dibenci Belanda.

Isolasi, Pendataan, dan Pembunuhan Haji

isolasi pasca haji

isolasi pasca haji

Dahulu kala, perjalanan ibadah haji hanya bisa dilaksanakan dengan kapal lautInilah Penjelasan Ilmiah Dibalik Kisah Nabi Musa Membelah Laut saja. Selama berbulan-bulam, para calon jemaah melakukan perjalanan sehingga saat pulang kerap mengalami sakitAstaga, Ternyata Bagi Seorang Ibu Dibentak Itu Lebih Sakit daripada Saat Melahirkan yang cukup parah. Saat Belanda masih menguasai Indonesia, para jemaah yang kembali haru masuk ke pulau Onrust terlebih dahulu. Di sana ada rumahKisah Pasangan Lansia Ini Berjuang Merebut Rumah yang Diambil Anaknya sakit untuk mengarantina mereka.

Selain untuk karantina, mereka juga didata secara mendetail di sini. Mereka yang dianggap mencurigakan akan diam-diam dibunuh dengan suntikan mati. Merek yang tidak berbahaya akan dibiarkan hidup bersama titel haji di depan namanya. Dengan adanya titel ini, Belanda kan dengan mudah mengawasi mereka dari kejauhan.

Gelar haji sebenarnya bukanlah sesuatu yang vital seusai mengunjungi Tanah Suci. Dalam Islam juga tidak ada dalil untuk pemberian gelar itu. Selain itu, pemberian gelar haji dikhawatirkan bisa menimbulkan adanya rasa lebih berkuasa atau rasa lebih islami dibanding mereka yang belum menunaikan rukun kelima dari Islam itu. (boombastis.com)






Dipersembahkan oleh : Warbiyasak.com

Yuk SHARE ke teman-temanmu …..

Klik tombol SHARE di bawah ya…

Add Comment