Lihat Cewek ‘Bocor’ Saat Haid, Aksi Cowok Korea Ini Gentleman Abis!

So sweet..

Mungkin itu jadi komentar kebanyakan orang setelah menyimak kisah cowok dan cewek Korea ini. Beberapa waktu lalu seorang cowok menjadi bahan perbincangan di ranah maya setelah menjadi “pahlawan” bagi cewek di sebuah bus. Menurut cerita yang dibagikan si cewek itu sendiri, cowok ini sengaja menumpahkan susu stroberi untuk menyamarkan noda haid di rok cewek itu, setelah tahu si cewek gelisah dan malu karena ‘bocor’. Nggak cuma itu, ia bahkan meminjamkan jaketnya kepada di cewek untuk dipakai menutupi roknya.

Nggak, bukan, tulisan ini bukan buat membahas betapa kisah mereka mirip sama cerita-cerita di drama Korea. Hipwee News & Feature justru tertarik mengulas tentang tabunya menstruasi dan segala hal tentangnya. Saking tabunya, masih banyak dari kita merasa malu, cemas, atau khawatir kalau-kalau ‘bocor’ saat tamu bulanan itu tiba. Iya, malu kalau dianggap ‘menjijikkan’ sama orang sekitar. Padahal ‘kan itu fase yang normal dialami setiap wanita. Yuk, baca dulu deh selengkapnya.

Nggak cuma di Indonesia aja, haid masih dianggap tabu di hampir semua tempat di dunia ini

Menstruasi penting karena menyangkut reproduksi via nova.grid.id

Kamu para cewek pasti sering sekali merasa was-was saat hari-hari pertama menstruasi. Khawatir misalnya di celana atau rok kalian terdapat noda darah yang merembes. Rasa cemas ini datang lantaran kamu nggak mau dijadikan bulan-bulanan atau dianggap menjijikkan sama orang di sekelilingmu. Nyatanya nggak cuma di Indonesia aja cewek biasa mengalami itu. Di India, Afrika, bahkan di negara maju seperti Inggris dan Australia, haid masih dipandang aneh.

Dilansir BBC, seorang wanita di India, Manju Baluni, mengatakan kalau saat dirinya sedang haid, ia sampai dianggap ‘jijik’ oleh keluarganya sendiri lho. Tak boleh ke dapur, ke tempat ibadah, bahkan untuk duduk-duduk bersama orang lain sekalipun. Dulu, para wanita di India menggunakan potongan kain untuk dijadikan pembalut. Saat menjemur kain-kain itu, mereka melakukannya dengan sembunyi-sembunyi, takut dilihat para lelaki. Begitu pun saat sudah ada pembalut. Saat membeli pembalut, mereka akan berusaha membungkusnya agar tak terlihat orang lain. Karena kalau ketahuan akan malu. Di Indonesia pun juga masih begitu.

Ini sebenarnya yang melatarbelakangi kenapa masih banyak yang menganggap haid itu tabu

Karena mitos! via lovematters.in

Di India, perbincangan soal menstruasi sudah sejak lama tak dimunculkan ke permukaan karena dianggap aneh. Ternyata hal ini disebabkan masih banyak orang percaya mitos soal menstruasi ini. Cewek yang sedang datang bulan dipandang kotor, nggak suci, sakit, bahkan banyak juga yang percaya mereka dikutuk! Duh, padahal ini sudah jadi kodrat kita sebagai perempuan ya. Sedih banget sih kalau sampai dianggap terkutuk.

Saking tabunya, jarang orang yang mau terbuka membicarakan haid. Padahal itu adalah hal normal yang biasa dialami perempuan

Jarang yang mau membicarakan via doktersehat.com

Baluni tumbuh di lingkungan yang penuh dengan perempuan, tapi tak seorang pun yang mau terang-terangan membahas hal ini. Begitu pun di sekolah. Saat ada bab soal menstruasi di pelajaran biologi, para cowok di kelas akan tertawa kencang. Saking memalukannya, beberapa cewek nyaris berhenti sekolah ketika mereka menstruasi untuk pertama kalinya. Dilansir Tirto, di Afrika stigma menstruasi juga nggak kalah buruk. Cewek-cewek di sana tak segan-segan bolos, bahkan ada segelintir yang terpaksa putus sekolah cuma karena nggak mau dicemooh saat haid!

Tapi belakangan ini sudah banyak aktivis yang mendobrak tabu menstruasi melalui kampanye-kampanye sosial

Tak perlu malu justru kita harus senang via www.thedebrief.co.uk

Sebenarnya apa sih yang salah dari menstruasi, pubertas, dan segala hal tentang reproduksi? Nggak ada ‘kan? Kira-kira inilah yang ingin disampaikan banyak aktivis di luar sana. Mereka ingin mendobrak tabu menstruasi untuk mematahkan mitos dan kesalahpahaman tentangnya. Sekelompok orang di India mencetuskan situs Menstrupedia yang isinya segala info tentang reproduksi, termasuk menstruasi. Situs serupa juga dibuat peneliti asal New York, Chella Quint. Ia ingin membuat perempuan tak lagi memandang menstruasi dari sisi negatif.

Budaya populer juga turut jadi sarana mematahkan tabu menstruasi ini. Plan International, sebuah lembaga nonprofit pernah membuat kontes mendesain emoji yang merepresentasikan menstruasi. Tujuannya supaya perempuan dan anak-anak merasa nyaman membicarakan hal tersebut.

Ya sebenarnya sama halnya kayak terang-terangan membicarakan edukasi seks, yang bagi banyak orang masih dianggap aneh dan tabu. Menstruasi pun juga begitu. Padahal penting lho buat kita terutama para perempuan untuk tahu segala hal tentangnya, karena menyangkut kesehatan organ intim.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Dipersembahkan oleh : Warbiyasak.com

Yuk SHARE ke teman-temanmu …..

Klik tombol SHARE di bawah ya…

Add Comment