Kesaksian Pelaku Pesugihan Uang Gaib dari Ritual Hingga Akibat

CeritaGaib.com – Kisah tentang pesugihan uang gaib ini merupakan pengalaman pribadi yang pernah terjadi pada salah satu tempat Eyang sebut saja Marjikun (nama samaran). Menurut kesaksiaannya Marjikun tanpa sengaja terjerumus ke dunia gelap dengan melakukan suatu ritual untuk mendatangkan uang gaib.

Cara mendapatkan uang gaib memang berhubungan erat dengan suatu ritual musrik mulai dengan membakar dupa atau kemenyan hingga memberikan sesaji berupa kembang setaman serta ayam cemani. Seperti apa kesaksian pelaku pesugihan uang gaib simak selanjutnya kisah di bawah ini.

Marjikun merupakan salah satu teman Eyang sewaktu bekerja sebagai kuli bangunan dulu. Sebagai salah satu kepala rumah tangga dengan anak 6 sudah sepantasnya Marjikun bekerja keras memeras keringat guna memenuhi kebutuhan keenam anaknya.

Mengingat pekerjaannya sebagai kuli bangunan dirasa tidak mencukupi kebutuhan keluarga ia lantas sengaja mencari rekan yang kerap diceritakan memiliki cara mendapatkan uang gaib. Setelah mendengarkan cerita dari kawannya Marjuki merasa kaget dan terheran-heran dimana temannya yang dahulu hidup serba pas-pasan dan memiliki pinjaman di berbagai bank kini terlihat sukses dan hidup bergelimang harta.

kesaksian-pelaku-pesugihan-uang-gaib

Singkat cerita sebut saja Kirun teman Manjuki membeberkan rahasianya dalam melakukan pesugihan uang gaib. Kirun mengaku melakukan ritual sesat tersebut karena merasa tak ada jalan lain yang dapat dilakukan kecuali hal tersebut. Dia mengaku meminta bantuan pada seseorang yang mampu menjadi mediasi ritual guna mencapatkan uang gaib. (Simak juga Pesugihan Kandang Bubrah yang Menggemparkan).

Kesaksian Marjikun

Setelah mendengar cerita dari Kirun singkatnya Marjikun tertarik dengan cara mendapatkan uang gaib yang dilakukan oleh temannya tersebut. Seperti biasa dalam ritual penarikan uang dari alam gaib seseorang wajib menyediakan berbagai sesaji mulai dari minyak mistik hingga tumbal berupa kambing gibas.

Setelah mendapatkan sejumlah uang pinjaman dari hasil menggadaikan sertifikat rumah akhirnya Marjikun kembali ke rumah Kirun dengan membawa uang tunai sebesar Rp 10 juta yang tujuannya digunakan untuk membeli sesaji dan kambing gibas sebagai tumbalnya. Singkatnya Marjikun dan Kirun mendatangi seseorang yang mengaku mampu melakukan mediasi bagi siapa saja yang mendapatkan uang dari alam gaib.

Proses ritual penarikan uang gaib itu sendiri dilakukan di suatu hutan yang Marjikun sendiri mengaku tidak mengetahui nama hutan tersebut. “Saya Cuma ikut aja pokoknya mulai dari membeli sesaji hingga mendatangi hutan tersebut” kata Marjuki menjelaskan pengalamannya.

Dalam ritual tersebut tak ada seorangpun yang diperbolehkan mengeluarkan kata-kata kecuali si mediator sendiri. Menyan telah dibakar dan aroma minyak mistik sangat menyengat di hidung, selanjutnya sang mediator berkomat-kamit sambil memejamkan mata dan sesekali menabur serbuk di atas kemenyan yang terbakar.

Tugas Marjikun dan Kirun hanyalah membawa suatu kain hitam yang di atasnya terdapat bunga-bunga yang tak tahu jenisnya serta daun sirih merah. Menjelang pukul 00.00 waktu setempat Marjikun mengaku mulai merasakan kehadiran makhluk gaib yang diawali dengan hembusan angin besar tak seperti biasa. “Suasana sangat hening dan membuat bulu kuduk merining, namun apa boleh buat melalui cara ini kali saja permasalahan saya dan keluarga dapat teratasi” ungkap Marjikun dalam ceritanya.

Tak lama kemudian terasa ada sesuatu yang berhembus menggerakkan kain hitam yang meraka pegang. Selang beberapa menit dari peristiwa itu si juru mediasi kemudian telihat meminta kain hitam dan kemudian melipat dan menalikan antara satu ujung dengan ujung lain.

Sesuai perintah berikutnya Marjikun dan Kirun diminta untuk memejamkan mata dan tidak diperbolehkan membuka matanya sebelum si mediator memerintahkan mereka untuk membuka mata. Sekitar 30 menit proses ritual yang penuh dengan misteri tersebut akhirnya selesai, diawali dengan si mediator memerintahkan Marjuki dan Kirun untuk membuka matanya. Mereka melihat dalam kain hitam yang tadinya kosong sekarang terlihat berisi bahkan penuh sesak namun tidak terlihat dari luar
.
Sesampainya disitu kami kemudian membereskan segala perlengkapan dan keluar dari hutan tersebut tanpa ada sepatah kata apapun. Perjalanan dari tempat ritual ke rumah mediator kira-kira memakan waktu 4 jam dan kami baru sampai di rumahnya keesokan harinya sekitar jam 6 pagi. Di sana ternyata masih ada satu ritual lagi yang katanya wajib dilakukan agar uang hasil penarikan gaib yang telah terkumpul dapat dibelanjakan di alam manusia.

Akibat Pesugihan Uang Gaib

Semenjak mendapatkan uang gaib dengan jumlah ratusan juta rupiah kehidupan Marjikun dan keluarga terasa ringan dan bergelimang harta. Jangankan melunasi seluruh utang-utangnya selama ini dengan uang tersebut pula Marjikun mampu merenovasi gubuknya serta membeli banyak tanah dan mobil. Untuk menyiasati agar tak ada tetangga yang curiga dengan kekayaan mendadak keluarga Marjikun dia memutuskan untuk mendirikan rumah makan di atas tanah yang ia beli.

Seolah kehidupan yang berputar 180 derajat dialami oleh Marjikun dan keluarga, anggota keluarga yang dulunya hidup sederhana dan serba kekurangan kini gaya hidupnya tidak kalah dengan para pejabat dan sangat suka menghambur-hamburkan uang. Bahkan tak hanya itu Marjikun mulai tertarik berseling*uh dengan wan*ta nakal.

Sejak itulah kehidupan Marjuki mulai tak tertata, hartanya hampir habis karena main per*mpuan. Terlebih keenam anaknya yang kini telah selesai sekolah juga tak ada yang bekerja dan hanya mengandalkan jatah uang dari Marjikun. (Simak Juga: 9 Cerita Pesugihan di Tanah Jawa yang Melegenda).

Musibah pertama terjadi setelah Marjikun mengalami demam dan tak dapat beraktifitas. Dia terbaring di tempat tiduk hampir sebulan lamanya, anehnya setiap kali dia tertidur ia merasa bermimpi bertemu dengan sosok tinggi besar dan berpawakan seram menagih utang. Usut punya usut ternyata uang gaib yang telah puluhan tahun ia dapatkan harus dikembalikan pada si pemberi pinjaman yang tak lain adalah makhluk jenis jin.

Bagaimana mengembalikannya lhawong uangnya sudah habis digunakan dan tak sisa sedikitpun. Sejak saat itulah keluarga Marjikun denga jelas diteror jin dan berbagai macam musibah. Bahkan dalam waktu 3 bulan keenam anaknya mengalami kecelakaan di jalan yang tak jelas sebabnya.
Akhirnya Marjikun menyadari kesalahan yang ia lakukan puluhan tahun yang lalu dimana dia bersama kawannya mencari cara mendapatkan uang gaib. Dengan meminta bantuan pada seroang kyai akhirnya penderitaan keluarga Marjikun perlahan mulai teratasi. Dia memutuskan untuk menjual seluruh kekayaan dan menyumbangkannya ke orang yang membutuhkan.

Sejak saat itu Marjikun dan keluarganya kembali hidup pas-pasan dan hanya berharap pada warung makan sederhananya. Kisah cerita kesaksian pelaku pesugihan uang gaib di atas sedikit banyak dapat kita ambil pelajaran dimana segala persekutuan dengan jin dan syetan hanya akan berakhir dengan kepahitan. Semoga kisah fiktif di atas dapat menghibur kita semua.

Dipersembahkan oleh : Warbiyasak.com

Yuk SHARE ke teman-temanmu …..

Klik tombol SHARE di bawah ya…

Add Comment