Bikin Status Soal Istri yang Seharusnya Nggak Melarang Hobi Suami, Cewek Ini Didukung Ribuan Warganet

Masing-masing kita memiliki hobi dari kecil dan masih kita lakukan hingga sekarang. Bahkan meskipun telah berkeluarga, hobi ini rasanya nggak bisa ditinggalkan. Seolah sudah menjadi bagian dari kita sendiri. Tapi mau nggak mau, hobi yang dulu jadi prioritas utama, sebaiknya dikesampingkan, karena kini keluarga tentu jadi yang utama. Bukan berarti nggak boleh lagi melakukan hobi kesukaanmu, ya.

Namun setelah menikah, kebanyakan cowok yang memiliki hobi “mahal” sering nggak dapat izin untuk menyalurkan hobinya. Alasannya sudah pasti karena sang istri melarangnya. Lebih baik uang itu dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. Alhasil, mereka yang sudah candu dengan hobinya harus “bermain di belakang” seperti ini.

Seorang warganet mengunggah foto yang berisi permintaan seorang pria yang memohon agar harga barang yang dia beli diubah nominalnya

Mendukung hobi suami. via www.facebook.com

Pengguna Facebook bernama Mariana Dewi ‘Wei’ Soehartono mengunggah sebuah tangkapan layar (screen shoot) permintaan seorang pembeli. Dalam tulisan tersebut meminta agar penjual mengganti nominal harga barang yang dibelinya karena nggak pengen ketahuan sang istri. Dari unggahan Mariana ini terlihat kalau orang tersebut menyembunyikan harga dari barang yang ia beli karena takut istrinya marah.

Oleh karena itulah, Mariana pun memberikan “ceramah” kepada istri zaman now agar membiarkan suami menyalurkan hobi mereka selagi itu bukan yang aneh-aneh. Masih mending kita tahu uangnya tersebut lari ke mana daripada habis tapi nggak tahu ke mana perginya.


Dear emak-emak tersayang,
Jangan pelit-pelit lahh ama suamik yahh..
Apalagi kalo mereka punya hobby yang ga aneh-aneh, kaya suka beli mainan, atau suka beli kaset jadul, atau miara burung, atau maen PS, atau isak-isik motor klasik atau apalah yang kita tau, mereka juga nyimpennya dirumah, maininnya dirumah, majangnya dirumah, ngotorin rumah, bikin rumah sempit makin seseg dengan hobbynya, jangan keseringan diomelin makk..
Kaga pape makk…
Mendingan gitu kan ya, kita tau, kita ngerti, kita ngeh sama sukaannya mereka, ngerti duit laki kita larinya kemana, yekaaannn…
Daripada suami kok kaya ga punya hobby, tapi demennya bepergian, duitnya abisnya ga tau buat apaan, nah lho…
Malah bahaya kann…

Mariana mencoba memahami kalau boys always be boys, dan membiarkan sang suami tetap menyalurkan hobinya

Postingan Mariana Dewi. via www.facebook.com

Mariana juga memahami kalau suaminya tetaplah seperti anak laki-laki kebanyakan. Boys always be boys. Meskipun sudah berkeluarga, mereka tetap suka dengan hobi masa kecilnya. Mariana pun mengibaratkan suami seperti anak-anak. Jadi jangan galak atau pelit sama suami. Anggap saja itu adalah cara untuk melepas stresnya yang bekerja setiap hari.

Mereka tuh layaknya anak cowok,
Iya anak cowok, yang badannya gede..
Iya badan doang gede, tapi kelakuan ya masih 11-12 ama anak toddler kita dirumah..
Ngrengeknya ya masih sama kaya anak kita kalo minta mainan..
Cuma bedanya mainannya aja yang sekarang jadi lebih mahal..
Jangan galak-galak ya emak-emak, jangan pelit-pelit sama suamik..
Mereka kan juga capek, penat, kerja tiap hari, duitnya dikasih ke kita,
Biarin aja deh mereka punya hobby, daripada stress, terus kerjanya ga semangat yekaann…
Yang penting kita mah tau duitnya larinya kemana buat apa..
Yang penting juga setoran tiap bulan ga telat, ga berkurang, eh sukur-sukur malah ditambahin karena kita baik, wkwkwk..
Kalo udah kebablasan, ya tinggal dikasitau, “diirit pah kebutuhan anak-anak masih banyak..”
Pasti mereka tau kok, hihihihi..


Tapi meski didukung, bukan berarti suami melalaikan kewajiban lainnya, seperti yang dijelaskan warganet satu ini

Yang ini ada benarnya juga sih via www.facebook.com

Postingan Mariana ini tentu saja diamini oleh banyak suami yang hingga kini masih menjalankan hobinya. Bahkan sudah ribuan kali dibagikan. Apakah itu sebagai kode kepada istri atau calon istri mereka nanti, atau pembenaran bagi bapak-bapak yang masih cinta dengan hobi mereka. Memang betul apa yang dikatakan oleh Mariana. Istri nggak bisa seenaknya memutuskan hobi sang suami begitu saja. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah mereka berhak menyalurkan hobinya asalkan kebutuhan rumah tangga sudah terpenuhi. Jangan sampai lalai dengan kewajiban sebagai kepala ruma tangga, suami, dan ayah. Ya, nggak etis juga dong ketika suami bisa membeli peralatan game mumpuni buat main DOTA 2 tapi bilang nggak punya uang pas istri minta beli susu anak?

Itulah mengapa pentingnya saling memahami, terutama dalam keluarga. Kita boleh saja memikirkan diri sendiri, tapi nggak boleh melupakan peran yang kini sudah diemban. Hobi boleh masuk prioritas, tapi keluarga tetap yang nomor satu. Setuju?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Dipersembahkan oleh : Warbiyasak.com

Yuk SHARE ke teman-temanmu …..

Klik tombol SHARE di bawah ya…

Add Comment