Berusia Seumur Jagung, 5 Negara Ini Merdeka Kemudian Bubar

Tahukah kamu pada awal kemerdekaan atau tepatnya pada tanggal 27 Desember 1949 Indonesia sempat menghilang dari peta dunia. Hal ini buah dari permasalahan politik dengan Belanda yang masih ingin menjajah Indonesia.

Satu tahun berselang, Indonesia berganti nama menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun nama tersebut hanya bertahan beberapa saat saja karena pemerintah resmi menghapusnya dan kembali menggunakan nama Indonesia sampai sekarang.

Sebenarnya Republik Indonesia Serikat (RIS) bukan satu-satunya negara yang merdeka kemudian lenyap. Ada beberapa negara di dunia ini yang pernah merdeka namun hanya berusia seumur jagung. Mereka merdeka kemudian membubarkan diri karena berbagai alasan. Dan berikut ini adalah negara-negara yang berusia seumur jagung.

1. Carpatho

Negara berada di ujung barat daya Ukraini (dulu masih bagian dari Uni Soviet). Carpatho mengumumkan kemerdekaannya pada tanggal 15 Maret 1939. Negara ini dipimpin oleh Avgustyn Voloshyn dan memiliki simbol serta lagu kebangsaan sendiri.

Sialnya, Carpatho merdeka di saat yang tidak tepat. Pada waktu yang hampir bersamaan, Nazi yang dipimpin Adolf Hitler sedang berencana melakukan ekspansi di seluruh wilayah Eropa. Hanya dua hari setelah merdeka, Nazi telah sampai ke Carpatho. Takut akan kekuatan Nazi, seluruh masyarakat Carpatho memutuskan untuk pergi dan menyelamatkan diri. Negara ini pun hilang ditelan bumi dan akhirnya menjadi bagian dari Uni Soviet.

2. Republik Demokratik Yaman

Sekitar tahun 1990-an, Yaman benar-benar mencekam karena terjadinya perang saudara yang melibatkan wilayah Yaman utara dan selatan. Ali Salim al-Beidh, selaku Wakil Presiden Yaman saat itu memutuskan pergi ke Aden yang berada di Yaman selatan.

Bulan April 1994, Ali Salim al-Beidh justru mendirikan negara Republik Demokratik Yaman dengan Aden sebagai ibukotanya. Kebijakan ini semakin membuat perang tak terkendali. PBB akhirnya turun tangan demi menyelesaikan perang saudara tersebut.

Beberapa bulan kemudian perang saudara mulai mereda. Pasukan utara berhasil menguasai wilayah selatan dan menduduki Aden. Sementara itu, pemerintah Yaman melakukan rekonsiliasi dan menyerap Republik Demokratik Yaman agar kembali menjadi satu negara.

3. Azawad

Lima tahun lalu, tepanya di tahun 2012, kelompok pemberontak bersenjata dan berideologi ekstremisme Islam mendeklarasikan sebuah negara merdeka bernama Azawad. Negara ini awalnya merupakan bagian dari Mali.

Sadar akan bahaya, pemerintah Mali langsung merespon cepat apa yang dilakukan para pemberontak. Operasi militer pun dilakukan demi menumpas masalah ini.

Hanya dalam kurun waktu satu bulan saja, tentara pemerintah berhasil menghancurkan kelompok ekstrem tersebut. Dan Azawad pun kembali menjadi bagian dari Mali.

4. Republik Pegunungan Armenia

Armenia kalah dalam Perang Turki – Armenia. Akibatnya pemerintah Armenia dipaksa bergabung dengan Soviet-Rusia. Namun pihak Soviet-Rusia justru menyerahkan wilayah tersebut kepada Azerbaijan. Kebijakan inilah yang menjadi cikal bakaln terbentuknya Republik Pegunungan Armenia.

Bulan April 1921, masyarakat yang tidak terima dengan kebijakan tersebut mendeklarasikan Republik Pegunungan Armenia (Armenian Revolutionary Federation). Negara ini mencakup kota Yerevan dan wilayah disekitarnya.

Sayangnya kemerdekaan Republik Pegunungan Armenia hanya seumur jagung. Tentara Soviet yang unggul segala-galanya berhasil dengan mudah mengalahkan pemberontak. Akhirnya wilayah ini menjadi bagian dari Soviet-Rusia.

5. Republik Formosa

Jauh di tahun 1895, penduduk pulau Taiwan berani mendeklarasikan negara sendiri yang diberi nama Republik Formosa. Berdirinya negara ini disebabkan penduduk setempat tidak terima atas Perjanjian Shimonoseki.

Liu Yongfu terpilih menjadi pemimpin Republik Formosa dan dengan segera membentuk bala tentara. Mereka bersumpah untuk melawan tentara Jepang apabila berani datang ke Taiwan.

Tak berselang lama, tentara Jepang datang ke Taiwan untuk kembali merebut wilayah tersebut. Benar saja, tentara Republik Formasi kalah telak dibandingkan pasukan Jepang. Saat itu Yongfu masih berada di Tainan, ibukota Republik Formasi.

Sadar bahwa kekalahan sudah di depan mata, Yongfu memutuskan pergi dan meninggalkan rakyatnya. Yongfu cukup lihai dalam melarikan diri hingga berulang kali berhasil lolos dari kejaran Jepang. Namun akhirnya ia memutuskan untuk menyerahkan diri.

Sementara itu, penduduk pulau Taiwan yang sudah tidak berkutik memilih untuk menerima pendudukan Jepang. Dengan ini maka berakhirlah riwayat negara Republik Formosa.

Apa Pendapatmu ?

Dipersembahkan oleh : Warbiyasak.com

Yuk SHARE ke teman-temanmu …..

Klik tombol SHARE di bawah ya…

Add Comment