Agar Dianggap Dewasa, Wanita di 5 Suku Ini Harus Melakukan Hal-Hal Ekstrem

Manusia pasti akan tumbuh dan berkembang, dari mulai bayi, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, lansia, sampai akhirnya meninggal. Setiap memasuki suatu fase pasti ditandai dengan beberapa hal. Misalnya saja seorang anak yang beranjak menuju remaja/dewasa pasti akan ditandai dengan mimpi basah (laki-laki) dan menstruasi (perempuan).

Namun lain ceritanya jika kamu adalah seorang wanita yang beranjak dewasa dan hidup di suku-suku berikut ini. Proses menuju dewasa seperti momok menakutkan karena mereka harus melakukan tradisi yang cukup ekstrem. Meski mengerikan tetapi hal ini sudah menjadi tradisi turun temurun dan tidak bisa dibantahkan.

Nah, berikut ini adalah beberapa suku yang memiliki tradisi mengerikan ketika ada wanita yang beranjak dewasa.

1. Sunat untuk wanita (Suku Sabiny di Uganda)

Yang namanya sunat atau khitan pasti identik dengan laki-laki. Tetapi di suku Sabiny yang berada di Uganda, sunat juga berlaku untuk perempuan. Mereka yang mulai beranjak dewasa akan disunat atau dipotong pada bagian klitorisnya. Pemotongan klitoris ini beragam, ada yang dipotong sebagian ada pula yang dipotong keseluruhan.

Konon, tradisi ini bertujuan agar hasrat seksual perempuan suku Sabiny menjadi berkurang. Sehingga mereka akan setia terhadap pasangannya. Selain itu, perempuan yang sudah dikhitan dipercaya menjadi kuat sehingga ketika nanti melahirkan sudah tidak kaget lagi.

2. Menyetrika payudara (suku di Kamerun)

Kebanyakan wanita berharap memiliki payudara yang besar dan indah. Bahkan untuk memiliki ‘aset’ yang diimpikan, mereka rela melakukan operasi implan dan menghabiskan banyak uang.

Namun kamu jangan pernah berharap memiliki payudara yang indah jika menjadi anggota di salah satu suku yang berada di Kamerun ini. Disini setiap wanita dewasa akan disetrika payudaranya dengan menggunakan logam atau batu panas.

Menurut masyarakat disana, payudara yang menonjol dapat membangkitkan birahi laki-laki. Hal ini dikhawatirkan si wanita akan mendapat perlakuan kurang senonoh dari lawan jenisnya.

3. Menyayat perut ketika pertama kali haid (Etnis Tiv di Nigeria)

Seorang anak perempuan yang beranjak menuju dewasa pasti akan ditandai dengan haid atau menstruasi. Begitu pula yang dialami perempuan di Etnis Tiv yang berada di Nigeria. Namun mereka punya tradisi sendiri ketika ada anak perempuan yang pertama kali haid.

Mereka akan menyayat perut untuk membuktikan bahwa mereka adalah wanita sejati. Parahnya, tradisi ini masih dilakukan dengan cara tradisional tanpa obat bius. Bisa dibayangkan betapa menyakitkannya tradisi ini.

4. Berendam di laut ketika haid (Suku Nootka di Kepulauan Vancouver)

Masih seputar haid, di Suku Nootka yang berada di Kepulauan Vancouver juga punya tradisi sendiri. Wanita yang sedang haid disuruh untuk berendam selama beberapa hari di laut tanpa menggunakan sehelai benang pun.  Tentu saja hal ini cukup menyakitkan mengingat ketika haid, mood wanita biasanya menurun dan mudah emosi.

Setelah si wanita mulai lemas, barulah anggota suku Nootka lainnya membawanya keluar dari laut. Sementara beberapa orang lainnya akan bersorak karena si wanita telah berhasil melewati ritual ini.

5. Dikubur di pasir (Suku Luiseno di California)

Nasib tak lebih baik juga dialami gadis yang pertama kali haid di suku Luiseno. Di suku ini gadis yang pertama kali haid akan dikubur di pasir ketika matahari sedang teriknya. Dengan kondisi tersebut mengakibatkan pasir menjadi panas dan menyiksa si gadis.

Selama dikubur, si gadis disuruh untuk mendengarkan wejangan dari beberapa wanita yang lebih tua. Tradisi ini dipercaya akan membuat gadis tersebut tumbuh menjadi wanita yang berperilaku terhormat dan menjadi istri yang baik.

Apa Pendapatmu ?

Dipersembahkan oleh : Warbiyasak.com

Yuk SHARE ke teman-temanmu …..

Klik tombol SHARE di bawah ya…

Add Comment