4 Tradisi Sadis yang Dilakukan Pria Agar Terlihat Jantan

Jantan merupakan sebutan bagi laki-laki yang memiliki kekuatan, ketangguhan, serta keberanian yang luar. Mereka yang mendapat julukan jantan akan merasa puas, apalagi jika hal itu diucapkan didepan atau oleh wanita.

Makanya tak mengherankan apabila banyak pria rela melakukan apapun untuk mendapatkan predikat tersebut. Termasuk melakukan tradisi mengerikan seperti ini.

1. Modifikasi kulit

Buaya dianggap sebagai hewan suci bagi suku Sepik di Papua Nugini. Selain suci, buaya juga dianggap sebagai lambang kejantanan bagi pria. Maka dari itu, bagi seorang pria yang ingin terlihat jantan, mereka harus punya kulit yang menyerupai buaya.

Caranya adalah dengan menyayat kulit menggunakan pisau. Luka pada kulit kemudian ditaburi abu. Setelahnya luka tersebut akan membentuk pola yang mirip seperti kulit buaya.

2. Diberi racun

Untuk menjadi laki-laki yang jantan di suku Matis memang beratnya luar biasa. Bagaimana tidak, anak laki-laki yang beranjak dewasa akan diberi racun agar terlihat sebagai laki-laki sejati.

Ritual pemberian racun yang pertama adalah dengan meneteskan racun pada mata. Hal ini diyakini mata seseorang akan semakin tajam. Kemudian mereka akan dicambuk untuk mengetahui seberapa kuat tubuh mereka.

Langkah yang terakhir adalah dengan menyuntikkan racun di tubuh. Jika mereka kuat terhadap racun, maka mereka akan disebut sebagai laki-laki sejati. Coba bayangkan bagaimana nasibnya bagi mereka yang tidak kuat menahan racun ?

3. Berburu raja hutan

Singa merupakan raja hutan. Dan dalam rantai makanan, singa merupakan pemburu bukan diburu. Anehnya ritual memburu singa ada di suku Maasai untuk menentukan seberapa jantan anak laki-laki.

Ritual ini mengharuskan anak laki-laki tergabung dalam beberapa kelompok. Kemudian mereka harus melumpuhkan seekor singa menggunakan tombak. Jika berhasil menaklukkan si raja hutan, mereka akan dianggap sebagai pejantan tangguh.

4. Melompati banteng

Ritual suku Karo ini hampir mirip seperti acara banteng di film-film. Bedanya mereka harus melompati banteng ketika hewan itu menyerang. Tujuannya agar mereka dianggap dewasa dan layak untuk menikah.

Bagi mereka yang tidak mau melakukan ritual ini mereka tidak boleh menikah. Jika berani menikah, maka anak mereka akan dianggap sebagai anak haram. Dan anak haram di suku ini akan dibunuh mati.

Apa Pendapatmu ?

Dipersembahkan oleh : Warbiyasak.com

Yuk SHARE ke teman-temanmu …..

Klik tombol SHARE di bawah ya…

Add Comment